Pembela diri ini pun kemudian tiada (18 JANUARY 2013, 08:13 PM)


Terkenang masa yang luar biasa dengannya. Beliau adalah seorang guru yang mampu memotivasiku dengan hebat. Maka terngianglah masa yang tentu takkan pernah terlupakan. Saat diri ini bersaing bersama kawan guna bisa menjadi wakil SMK Negeri 2 BANDUNG pada LKS Jurusan Teknik Gambar Mesin. Namun, perjuangan yang begitu melelahkan harus berakhir hanya karena diri ini tidak memiliki komputer. Hingga down hati merasa kegagalan akibat kekurangan materi. Sedih, kecewa, tersakiti…..

Namun, beliau datang kepadaku. Beliau kemudian memuji hasil karyaku dan berkata “tak apa ya walau seharusnya kamu yang harus ikut LKS, lanjutkanlah dan jangan menyerah”. Inilah motivasi terbaik di saat yang tepat. Betapa luar biasa beliau menurut hati ini.

Bertahun berlalu, setelah sekian lama ku meninggalkan almamater SMK Negeri 2 Bandung. Akhirnya akupun bisa kembali lagi, walau bukan lagi sebagai murid tetapi sebagai pengajar produktif TKJ. Perjuangan pun dimulai dari coba membiasakan diri hingga menjadi yang sering digosipkan. Kembali down menghantam hati ini. Tapi luar biasa beliau kembali datang untuk mengangkatku setelah tenggelam di dasar tuduhan yang menghinakan lautan iri manusia. Beliau menyapaku, menggenggamku tanganku dengan sangat erat. Memberi kekuatan atas ketidakberdayaanku, memberi semangat di tengah keletihanku.

Selalu kuharapkan untuk sering menimba ilmu padanya. Karena beliaulah inspirasi yang luar biasa. Beliaulah yang mampu tersenyum di tengah duka. Tapi beginilah Alloh, ketika menyayangi seorang hamba. Dia ingin segera bertemu kekasihnya.

Penyakit darah tinggi sudah lama merongrong kesehatannya, membuat lemah tubuhnya. Walaupun senyuman selalu terhias daripada kerut wajahnya, namun penyakitnya lebih ganas menghiasi jiwanya. Maka setelah itu, selasa 15 januari 2013 adalah senyuman terakhirnya untukku.

Esok paginya, beliau harus terbaring tak berdaya di rumah sakit al islam. Darah tinggi itu memaksa untuk evolusi, hingga pada akhirnya struk menghentikan gerakan sang hamba Alloh yang baik hati ini. Kamis 17 januari 2013, tersiar kabar dari rumah sakit, pembuluh darah beliau pecah, dan dokter pun kehilangan harapan. Jum’at 18 januari 2013, menjelang adzan ashar Alloh begitu merindukannya. Membuat beliau tersenyum dan menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.

Kabar itu tersibak dengan cepat. Sampailah dia menuju diri yang lemah ini, menyentak jantung, melemaskan tubuh, membuat seolah waktu berhenti berjalan sesaat.

Pada akhirnya yang bisa terbalaskan atas segala kebaikannya untukku, hanyalah lantunan doa dalam sholat untuknya di depan jenazahnya yang telah terbujur kaku. Tangisanpun seolah memaksa untuk keluar walau dengan sekuat tenaga, ku berusaha menghalaunya.

Dan seorang pembela hidupku, motivator yang luar biasa, suami yang setia, guru yang baik hati, ayah yang bijaksana dengan genggaman tangannya yang begitu hangat, harus kembali ke pembaringan terakhirnya. Tanah merah yang dulu menjadi asal mula kehidupannya.

Semoga Alloh menerima segala amalanmu, menghapus semua dosamu dan menempatkanmu di sisiNya. Wahai engkau guru yang tersayang, Bpk.Herdis guru gambar mesin SMK N 2 BANDUNG.
INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s