Diaro – entry (07:28 AM, Monday 14 January 2013) Letihnya menjaga amanah


Pagi ini ada sms dari sahabatku namanya A S. Kita sering menyapanya Pak Y. Beliau mengatakan untuk izin tidak mengajar dikarenakan ingin fokus mengerjakan TA. Pertanyaannya benarkah jika kita berbuat seperti itu? Berikut saya akan mencoba menjawab keanehan fakta tersebut.

Pertama harus kita ketahui bahwa setiap orang diberikan amanah masing-masing oleh Alloh baik sedikit maupun banyak. Secara explicit amanah yang terlihat kita bisa contohkan seperti menjadi pemimpin, mendapatkan tugas. Adapun yang memang jarang sekali kita sadari bahwa itu amamah seperti pekerjaaan, anak, istri, orang tua bahkan harta adalah amanah. Lalu pertanyaan berikutnya apa konsekwensi dari tidak berpegang pada amanah?

Ini kata sinetron yang disadur dari riwayat riwayat shohih. Waktu saya nonton sinetron yang menurut saya keren yaitu Ustadz Fotocopy. Disana saya mendengar apa yang sering diucapkan oleh banyak ustadz bahwa hidup adalah amanah alloh dan salah satu amalan yang paling dipertanggung jawabkan adalah amanah. Nah loh berarti konsukwensi melanggar amanah adalah salah satu dosa besar. Bahkan dalam satu riwayat disebutkan bahwa khianat itu adalah salah satu sifat orang munafik.

Lalu bagaimana dengan kasus Pa Y. Apakah dia termasuk khianat? Apakah beliaupun berdosa. Nah inilah yang menjadi jawaban yang luar biasa. Amanah adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. Ya… termasuk dengan pekerjaan. Apa yang dilakukan oleh Pak Y adalah tindakan menyepelekan amanah. Kenapa? Karena mngerjakan TA tidak harus meninggalkan amanahnya di sekolah. Sedang seperti kita tahu bahwa masuk ataupun tidak, gaji seorang guru di sekolah negeri adalah tetap tanpa potongan. Maka jika kita tidak kerja tapi uangnya kita makan sama saja kita tidak bersyukur dengan nikmat yang halal.

Maka sahabatku, memegang amanah ibarat memegang bara api. Dilepaskan semua terbakar. Tidak pun malah tangan kita yang terbakar. Namun seletih apapun amanah yang diberikan, itulah bentuk kepercayaan kepada kita. ? Maka janganlah kecewakan kepercayaan itu. Buat yang absolut jangn mengaburkan.

Perihal

Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Salam kenal semuanya nama saya Irfan Mundzir Ramdhani. Biasa dipanggir Al-Mundzir. Subhanalloh akhirnya saya merampung blog terbaru saya. Saya ingin mencoba tuk bisa menjadikan blog ini sebagai media untuk menyalurkan semua apresiasi saya. Dan moga ini dapat menajadi sebuah motivasi saya agar bisa menjadi lebih baik lagi lagi lagi… Insya Alloh Blog Genggam Waktu ini akan terus terupdate untuk bisa mengisi kekosongan waktu. yang inginnya saya isi dengan puisi, informasi, tips, dakwah dan lain sebagainya. Kalo ada yang mau ikut sharing atau menyumbang artikel silahkan email saya aja… atau ke facebook saya dengan email al.mundzir@gmail.com. Syukron ya udah berkunjung… Wassalam

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Coba Tuk Menggenggam Waktu

GENGGAM WAKTU

Blog Stats
  • 17,943 hits
Kategori
Translate
Januari 2013
S S R K J S M
« Nov   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Yang berkunjung sejak 26/11/2009
%d blogger menyukai ini: