Jangan Tunjukkan Air Matamu


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sahabatku, sungguh benar bahwasannya kesabaran itu identik dengan sebuah ujian dan cobaan yang silih berganti menerpa sisi kehidupan kita. Bahkan mungkin ada kalanya kita mengobral tangis dan kesedihan serta larut dalam keluh kesah. Bukankah Alloh telah berfirman :

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Yunus ayat 62)

Begitu indah kalimat Alloh yang tertera dalam ayat tersebut sungguh waliyulloh tidak pernah merasa takut akan apapun kecuali Alloh Swt. dan tidak bersedih akan sesuatu apapun kecuali dicabutnya kenikmatan iman dan islam dari dirinya.

Sahabatku yang dimuliakan Alloh, namun kita sering tidak bisa membohongi hati dan perasaan. Seringkali kita larut dalam kesedihan yang majemuk seperti dimisalkan ketika kita berpisah dengan teman karib yang sudah sangat begitu dekat dengan kita.

Sedikitnya saya akan beri contoh dari pengalaman yang saya rasakan sendiri bagaimana kesedihan itu memang ada dan nampak dalam gurat wajah seseorang. Tepat di bulan ini, Januari 2011 seluruh peluh ini mengalir dengan deras, darah bergejolak panas dan penat bergejolak dalam rasa bimbang, sedih dan takut. Bimbang ntah apa yang harus kulakukan setelah ini, sedih ketika ku tahu 2 orang temanku yang lebih layak kusebut shodiq(teman yang bisa membenarkan) harus pergi merantau ke luar pulau, dan takut akan apa yang terjadi di masa depan.

Ya, ketika mendengar 2 orang temanku yang paling luar biasa itu akan pergi, 3 perasaan itu bercampur aduk. Segalanya seperti terasa begitu aneh. Namun selalu ku coba untuk menyembunyikan perasaan ini dengan keceriaan yang mendekap dengan kuat dalam raut wajah dan tutur sikap. Aku tetap yakin pada firman Alloh :

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ

الَّذِين يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

 (Q.S Albaqoroh ayat 45-46)

Dari ayat itulah saya yakin bahwasannya dengan sabar dan sholatlah kita bisa mendapatkan pertolongan Alloh. Dari keyakinan itu pulalah kuputuskan untuk mencoba menyembunyikan kesedihanku sambil melontarkan harapan “SEMOGA YANG KULAKUKAN INI BENAR”. Dengan senyuman ku antar kedua temanku itu pamit dan menghadiri banyak acara perpisahan bersama teman-temannya yang lain. Begitu banyak kesedihan yang kulihat di sana, begitu banyak pula tarikan agar dia membatalkan niatnya dan begitu banyak pula deraian air mata mengalir begitu deras dari mereka yang merasa kehilangan.

Tapi tahukah kita bahwasannya semua itu, hanya menambah beban bagi YANG KAN PERGI. Semua tangisan itu seperti menariknya untuk tetap bertahan bersama mereka. Dan itu membuat kedua temanku sangat berat untuk melanjutkan langkahnya. Begitu berat untuk tetap bertahan dalam pendiriannya pergi melintas pulau untuk mengembangkan layar-layar dakwah di sana.

Sampai tiba kita pamit pada 2 orang ustadz yang luar biasa dengan jawaban yang LUAR BIASA sehingga daun yang layu itu bisa hidup kembali.

Jawaban Ustadz yang pertama :

“Bagus, kembangkan potensimu. Tapi ingatlah jangan sombong ketika di sana, ingatlah bahwa status kita adalah pendatang, tamu jadi janganlah merasa lebih pintar walaupun memang kita lebih pintar dari mereka. ”

Jawaban Ustadz yang kedua :

“bagus. Mumpung kalian masih muda. Carilah pengalaman yang banyak kembangkan potensimu dan raihlah medan dakwah yang baru disana. Terus berkarya dan berusaha tapi janganlah lupa pada tujuan semula.”

Kedua jawaban itu sudah lebih dari cukup untuk menguatkan kembali tekad kedua temanku. Mereka merasa nyaman karena tidak semua orang melarangnya untuk berkarya lebih tinggi dan memang pada dasarnya tiada yang berhak untuk melakukan itu. Mereka yakin dua orang itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi tiang-tiang penyangga bangunan hati mereka.

Dan semakin kuat ketika mereka pamit pada Ketua RW yang jawabannya adalah gabungan jawaban 2 ustadz yang memang begitu luar biasa. Hingga benarlah firman Alloh :

إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Q.S. Al-Ashr ayat 3)

Dari firman tersebut terjawablah sudah apa yang menjadi pertanyaan di awal, bahwa benar dan nyata bahwasannya janganlah kita berikan beban kepada saudara seiman kita dengan tangis dan kesedihan. Tapi dukunglah mereka, berilah nasehat untuk mereka agar mereka tidak mengendurkan niatnya, karena yakinlah bahwasannya mereka pergi bukan untuk maksiat kepada Alloh tapi untuk bisa mengalirkan arus dakwah jauh hingga ke luar sana,

Dari Anas bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Demi Tuha yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba (dikatakan) beriman sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Muttafaq Alaihi. 

Dan itulah yang berarti “JANGAN PERNAH SEKALIPUN KAU TUNJUKKAN AIR MATAMU KARENA AIR MATAMU ADA KARENA DAN UNTUK ALLOH SEMATA”

Sahabatku, kiranya jika diperbolehkan saya ingin tutup dengan kalimat :

“SESUNGGUHNYA PERTEMUAN ITU ADA KARENA PADA SUATU HARI KITA AKAN BERPISAH, DAN SESUNGGUHNYA PERPISAHAN ITU ADA KARENA KITA YAKIN KITA AKAN BERTEMU KEMBALI”

Wallohu ‘alam bishshowab

Perihal

Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Salam kenal semuanya nama saya Irfan Mundzir Ramdhani. Biasa dipanggir Al-Mundzir. Subhanalloh akhirnya saya merampung blog terbaru saya. Saya ingin mencoba tuk bisa menjadikan blog ini sebagai media untuk menyalurkan semua apresiasi saya. Dan moga ini dapat menajadi sebuah motivasi saya agar bisa menjadi lebih baik lagi lagi lagi… Insya Alloh Blog Genggam Waktu ini akan terus terupdate untuk bisa mengisi kekosongan waktu. yang inginnya saya isi dengan puisi, informasi, tips, dakwah dan lain sebagainya. Kalo ada yang mau ikut sharing atau menyumbang artikel silahkan email saya aja… atau ke facebook saya dengan email al.mundzir@gmail.com. Syukron ya udah berkunjung… Wassalam

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam celoteh, puisi, renungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Coba Tuk Menggenggam Waktu

GENGGAM WAKTU

Blog Stats
  • 17,943 hits
Kategori
Translate
Mei 2011
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Yang berkunjung sejak 26/11/2009
%d blogger menyukai ini: